Zoom
Memahami Grade Baja Struktural (JIS, EN, ASTM, GB dan Lain-Lain)
Setiap negara atau kawasan memiliki standar baja struktural yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan lokal, kondisi geografis, serta praktik rekayasa teknik masing-masing. Misalnya, Jepang menggunakan standar JIS (Japanese Industrial Standards), Eropa menerapkan EN (Euro Norm), Amerika Serikat mengacu pada ASTM dan AISC, sementara Tiongkok mengembangkan standar GB (Guobiao).
Di dalam standar-standar ini, istilah “grade” bukan sekadar label numerik atau kode alfanumerik, tetapi merupakan representasi dari berbagai parameter penting seperti kekuatan batas elastis/tegangan luluh (yield strength), kekuatan daya tarik maksimum (tensile strength), komposisi kimia elemen paduan (misalnya kandungan karbon, mangan, silikon, dsb.), serta ketangguhan terhadap benturan atau suhu ekstrem.
Memahami perbedaan dan makna dari setiap grade baja ini menjadi krusial bagi para insinyur dan perencana struktur. Tidak hanya untuk menjamin keamanan struktur terhadap beban kerja dan gaya luar yang diantisipasi, tetapi juga agar pemilihan material tetap ekonomis dan sesuai dengan ketersediaan di pasar lokal. Selain itu, pemahaman ini memastikan bahwa spesifikasi material yang digunakan memenuhi regulasi teknis yang berlaku, seperti SNI 1729:2020 di Indonesia untuk desain struktur baja bangunan gedung, atau AISC 360 di Amerika untuk struktur baja secara umum. Dengan demikian, pemilihan grade baja yang tepat bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal efisiensi, kepatuhan hukum, dan keberlanjutan proyek konstruksi secara keseluruhan. Berikut penjelasan mengenai masing-masing standar dari berbagai negara mengenai grade baja:
JIS G 3101 - Rolled Steels for General Structure (Jepang)
Japanese Industrial Standards (JIS) adalah kumpulan standar teknis yang mengatur beragam aktivitas industri di Jepang—mulai dari baja, elektronik, hingga robotika. Standar-standar ini dikembangkan dan dikoordinasikan oleh Japanese Industrial Standards Committee (JISC) di bawah Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI), lalu diterbitkan oleh Japanese Standards Association (JSA).
Penamaan JIS mengikuti pola “JIS X 0208:1997”: awalan huruf (A-Z) menunjukkan sektor industri—mis. G = logam, B = mesin, C = elektronika—diikuti empat digit nomor urut dan empat digit tahun revisi. Sistem huruf-angka ini memudahkan identifikasi cepat jenis produk dan edisi standar yang berlaku
Landasan hukum penerpan JIS adalah Industrial Standardization Law (1949); undang-undang ini mewajibkan peninjauan dan pembaruan standar secara berkala—umumnya setiap lima tahun—agar selaras dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Produk yang memenuhi persyaratan dapat menyandang JIS Mark, menandakan kualitas dan keselamatan yang diakui secara nasional dan mempermudah ekspor karena banyak persyaratannya selaras dengan ISO/IEC.
EN 10025-2 - Non-Alloy Structural Steels (Eropa)
EN 10025-2 dalam penjelasan dari fpg-co.com adalah bagian dari seri standar Eropa Hot-rolled products of structural steels yang menetapkan syarat penyerahan teknis (technical delivery conditions) untuk baja struktural non-paduan. Edisi terbaru yang berlaku saat ini adalah EN 10025-2:2019, menggantikan versi 2004.
Ruang lingkupnya mencakup produk lembaran, profil, dan setengah jadi (billet/slab) yang akan diproses lebih lanjut. Dokumen ini menampilkan tabel komposisi kimia (Tabel 1-5) dan sifat mekanik minimum—misalnya yield strength 235 MPa untuk S235, 275 MPa untuk S275, dan 355 MPa untuk S355—serta ketentuan kualitas opsional (JR, J0, J2) yang berkaitan dengan ketangguhan patah pada suhu rendah.
Standar ini juga mengatur syarat pemeriksaan, marking, dan sertifikat uji pabrik (Mill Test Certificate), sehingga memudahkan rantai pasok Eropa menyamakan spesifikasi baja antar-negara anggota dan selaras dengan persyaratan desain pada Eurocode 3.
ASTM (American Society for Testing and Materials) International
ASTM International adalah badan standar asal Amerika Serikat yang menerbitkan ribuan spesifikasi material, termasuk seri baja struktural populer seperti ASTM A36, A572, dan A992. Karena dokumen-dokumen ini menetapkan komposisi kimia, kekuatan tarik, uji kualitas, hingga metode fabrikasi secara rinci, mereka menjadi rujukan utama bagi engineer serta kontraktor untuk memastikan mutu seragam di proyek bangunan dan jembatan.
Ketersediaan material yang luas di pasar global, kemudahan sertifikasi, dan penerimaan luas di berbagai kode desain (AISC, AASHTO, hingga SNI yang mengadopsi) menjadikan standar ASTM sebagai opsi paling praktis dan lazim dipilih ketika merancang atau membangun struktur baja.
SNI 1729 – Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural
SNI 1729 (terbitan terbaru: SNI 1729:2020) adalah standar nasional yang mengatur spesifikasi desain dan penggunaan baja struktural dalam konstruksi bangunan gedung. Standar ini sebenarnya mengadopsi dan menyesuaikan standar Amerika Serikat, terutama AISC (American Institute of Steel Construction), agar sesuai dengan kebutuhan dan regulasi di Indonesia.
Dalam praktiknya, SNI tidak merumuskan grade baja dari nol, tetapi mengakui dan mengadopsi grade baja dari standar internasional seperti ASTM (misalnya ASTM A36, A572 Grade 50), JIS (misalnya SS400), atau GB (misalnya Q235). Baja-baja impor yang masuk ke Indonesia umumnya membawa label standar asal negara pembuatnya, namun harus dibuktikan kompatibel dengan SNI terkait.
Kesimpulan
Memilih grade baja struktur sebaiknya dimulai dari faktor‐faktor praktis—beban desain, kondisi lingkungan (korosi, temperatur, agresivitas zat kimia), ketersediaan material di pasar lokal, kemudahan fabrikasi/weldability, hingga total Life-Cycle Cost. Namun seluruh pertimbangan itu tetap harus diramu oleh engineer bersertifikat yang memahami interaksi antarvariabel (misalnya pengaruh kadar karbon terhadap kekuatan dan ketangguhan las), kompatibilitas dengan standar bangunan setempat (ASTM, SNI, EN), serta implikasi keselamatan publik. Dengan demikian, pemilihan grade tidak sekadar “ambil spesifikasi paling kuat”, melainkan keputusan terukur yang menyeimbangkan performa, biaya, dan keberlanjutan.
Sebagai solusi terpadu, PT Gunung Baja Permata siap membantu Anda. Perusahaan ini telah berpengalaman lebih dari dua dekade memasok material, melakukan fabrikasi konstruksi baja, dan menangani instalasi berbagai proyek gedung, gudang, menara, hingga jembatan; semuanya ditangani oleh tim engineer internal yang terbiasa mengoptimalkan desain sesuai standar mutakhir dan target biaya proyek.
Hubungi kami untuk berkonsultasi secara gratis seputar grade baja struktur yang paling tepat sekaligus eksekusi lapangan yang andal, PT Gunung Baja Permata adalah mitra yang dapat diandalkan.